![]() |
| Dok. KKN UIN KHAS Jember Kelompok 34 |
JATIMTERKINI.ID, BANYUWANGI – Di balik manisnya setetes madu, tersimpan peran besar ribuan lebah dalam menjaga keseimbangan alam sekaligus menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Potensi tersebut ditemukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember Kelompok 34 saat melakukan observasi di Peternakan Lebah Madu Randu, Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (8/7/2026).
Observasi yang merupakan bagian dari pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) ini bertujuan memetakan aset dan potensi desa yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah peternakan lebah madu, yang selama ini menjadi mata pencaharian puluhan warga Desa Alasbuluh.
Berdasarkan hasil wawancara dengan peternak lebah madu, Budi Amboyna, saat ini Desa Alasbuluh memasuki musim berbunga, khususnya bunga Vernonia yang menjadi salah satu sumber nektar utama bagi lebah. Kondisi tersebut sangat menentukan produktivitas madu karena nektar dari bunga akan diolah lebah menjadi madu di dalam sarangnya.
"Lebah tidak hanya menghasilkan madu. Mereka menjaga keberlangsungan tanaman melalui penyerbukan. Kalau sumber bunga berkurang, produksi madu ikut turun dan koloni lebah juga terdampak," ujar Budi Amboyna.
Menurutnya, Desa Alasbuluh merupakan salah satu sentra peternakan lebah madu di Banyuwangi dengan sekitar 50 peternak yang aktif membudidayakan lebah. Jenis lebah yang banyak dikembangkan adalah Apis mellifera, yaitu lebah madu yang dikenal memiliki produktivitas tinggi.
Tidak hanya menghasilkan madu, lebah juga menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi lainnya, seperti bee pollen, propolis, royal jelly, beeswax (lilin lebah), dan bee venom (racun lebah). Di antara produk tersebut, royal jelly menjadi salah satu komoditas yang memiliki nilai jual tinggi dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku suplemen kesehatan maupun kosmetik.
Selain itu, bee pollen yang berasal dari serbuk sari bunga menjadi sumber protein utama bagi koloni lebah. Ketersediaannya sangat menentukan kemampuan ratu lebah dalam bertelur dan menjaga keberlangsungan populasi di dalam sarang.
![]() |
| Hasil madu dari peternakan lebah di Desa Alasbuluh. (Dok. KKN UIN KHAS Jember) |
Dalam satu koloni lebah terdapat tiga kasta utama, yaitu ratu (queen), pekerja (worker), dan pejantan (drone). Ratu lebah mampu menghasilkan sekitar 1.500 hingga 2.000 butir telur setiap hari dalam kondisi koloni yang sehat. Sementara lebah pekerja bertugas mencari nektar, bee pollen, air, serta resin untuk menghasilkan propolis sekaligus merawat koloni.
Menurut Budi Amboyna, keberadaan lebah juga memberikan manfaat besar bagi sektor pertanian karena berperan sebagai agen penyerbuk berbagai tanaman, termasuk tanaman kapuk (randu). Peran tersebut membantu meningkatkan keberhasilan penyerbukan sehingga produktivitas tanaman dapat terjaga.
Koordinator Desa (Kordes) KKN UIN KHAS Jember Kelompok 34, Achmad Lutfi Hapipi, menilai sektor peternakan lebah madu merupakan salah satu aset strategis Desa Alasbuluh yang memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan.
"Selama observasi kami melihat bahwa potensi peternakan lebah madu di Desa Alasbuluh bukan hanya terletak pada hasil madunya, tetapi juga pada nilai edukasi, konservasi, dan ekonomi yang dimiliki. Kami berharap hasil pemetaan aset ini dapat menjadi salah satu dasar dalam merancang program penguatan potensi desa yang berkelanjutan," ujarnya.
Melalui pendekatan ABCD, mahasiswa KKN UIN KHAS Jember tidak berangkat dari persoalan yang dihadapi masyarakat, melainkan mengidentifikasi aset yang telah dimiliki desa untuk kemudian diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan.
Hasil observasi menunjukkan bahwa peternakan lebah madu di Desa Alasbuluh memiliki prospek yang menjanjikan sebagai sektor ekonomi masyarakat sekaligus berpotensi dikembangkan menjadi media edukasi dan wisata berbasis peternakan (edufarm). Dengan kekayaan sumber daya alam, jumlah peternak yang cukup banyak, serta pengetahuan lokal yang terus diwariskan, Desa Alasbuluh dinilai memiliki modal kuat untuk mengembangkan sektor perlebahan sebagai salah satu identitas unggulan desa.
*Artikel bersumber dari mahasiswa KKN UIN KHAS Jember.



