Tpr7TUGpBSO6TUM6TUY5TUWlGi==

Mohammed Polo Minta Ghana Tampil Berani Hadapi Kolombia di Babak Knockout Piala Dunia 2026, Jangan Cuma Bertahan

Mohammed Polo Minta Ghana Tampil Berani Hadapi Kolombia di Babak Knockout Piala Dunia 2026, Jangan Cuma Bertahan
Mohammed Polo Minta Ghana Tampil Berani Hadapi Kolombia di Babak Knockout Piala Dunia 2026, Jangan Cuma Bertahan

JATIMTERKINI.ID — Legenda sepak bola Ghana, Mohammed Polo, meminta Black Stars mengubah pendekatan permainan saat menghadapi Kolombia pada babak knockout Piala Dunia. Menurutnya, hanya mengandalkan pertahanan justru berisiko mengakhiri langkah Ghana di turnamen.

Dalam perbincangannya sebagaimana dikutip dari Asaase Breakfast Show pada Jumat (3/7/2026), mantan pemain sayap Black Stars itu menilai Ghana harus memanfaatkan rasa percaya diri yang telah dibangun sejak fase grup. Ia berharap tim tampil lebih agresif dan tidak membiarkan Kolombia mendominasi jalannya pertandingan.

Polo mengakui organisasi pertahanan Ghana sejauh ini berjalan cukup baik. Namun, ia menegaskan bahwa laga fase gugur membutuhkan keberanian lebih untuk menyerang apabila ingin menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.

Ghana diminta lebih berani mengambil inisiatif

Menurut Polo, pertandingan melawan Kolombia akan menjadi ujian yang sangat penting bagi Black Stars. Ia menilai keberhasilan tim sangat dipengaruhi strategi pelatih serta bagaimana para pemain menjalankan instruksi di lapangan.

“Pertandingan ini sangat, sangat penting,” katanya.

“Itu akan bergantung pada rencana permainan pelatih dan bagaimana para pemain bersikap. Mereka pasti harus bertahan, tetapi ketika mereka bertahan, mereka juga harus tahu bahwa mereka harus bermain.”

Polo mengingatkan Ghana agar tidak terus bertahan terlalu dalam di wilayah sendiri. Ia menilai Kolombia memiliki kualitas teknik yang mampu menghukum lawan apabila diberi terlalu banyak ruang untuk mengendalikan pertandingan.

“Mereka harus menutup ruang gerak lawan, menguasai bola, dan mendikte tempo permainan,” jelas Polo.

“Jika mereka terus menggunakan strategi permainan yang sama dengan bertahan terlalu dalam, itu akan membuat kami khawatir.”

Menyerang disebut sebagai bentuk pertahanan terbaik

Polo menilai penguasaan bola menjadi salah satu cara terbaik untuk mengurangi ancaman dari Kolombia. Baginya, bertahan tidak selalu berarti menunggu serangan lawan, tetapi juga mampu mengendalikan permainan melalui serangan yang efektif.

“Cara terbaik untuk bertahan adalah dengan menyerang juga,” katanya.

“Para pemain telah mendapatkan kepercayaan diri dari pertandingan-pertandingan grup. Mereka telah merasakan turnamen ini dan sekarang seharusnya mampu bermain dengan lebih percaya diri.”

Ia juga menyarankan Ghana menaikkan garis pertahanan agar ketika berhasil merebut bola, jarak menuju area pertahanan lawan tidak terlalu jauh.

“Kita harus sedikit maju dari garis tengah,” kata Polo.

“Sehingga ketika kita merebut bola, akan lebih mudah untuk mencapai area penalti lawan.”

Disiplin dan fokus dinilai menjadi penentu

Selain menyerang, Polo mengingatkan pentingnya menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan. Menurutnya, Kolombia merupakan tim yang mampu memanfaatkan kesalahan sekecil apa pun.

“Disiplin dan konsentrasi akan sangat, sangat penting,” katanya.

“Orang Kolombia akan menghukummu bahkan atas kesalahan terkecil sekalipun.”

Ia mencontohkan kegagalan beberapa wakil Afrika sebagai pelajaran berharga, termasuk saat Senegal kehilangan keunggulan dua gol hanya dalam waktu singkat.

“Rasanya menyakitkan,” kenangnya.

“Mereka unggul dua gol dan dalam waktu lima menit semuanya berubah.”

Karena itu, Polo menilai pelatih harus mampu membaca momentum pertandingan agar tim tidak kehilangan kendali ketika tekanan meningkat.

“Pelatih harus menerapkan beberapa taktik pada saat-saat seperti itu,” katanya.

“Anda harus tahu kapan harus mengulur waktu, kapan harus membuat lawan frustrasi, dan kapan harus mengendalikan jalannya pertandingan.”

Mohammed Polo bela Antoine Semenyo

Polo juga memberikan pembelaan kepada penyerang Antoine Semenyo yang belum mampu mencatatkan tembakan tepat sasaran sepanjang turnamen.

Menurutnya, minimnya kontribusi Semenyo bukan semata karena performa individu, melainkan akibat pendekatan taktik yang membuat sang penyerang harus bekerja terlalu jauh dari area berbahaya.

“Rencana permainannya berarti setiap orang harus bertahan,” jelas Polo.

“Ketika Semenyo mendapatkan bola dan berlari sejauh itu, dia akan kelelahan sebelum sampai ke posisi mencetak gol.”

Ia menilai Ghana membutuhkan lebih banyak kreativitas di lini tengah agar para penyerang memperoleh suplai bola yang lebih berkualitas.

Polo menyebut Ernest Nuamah dan Abdul Fatawu Issahaku sebagai pemain yang dapat meningkatkan kreativitas serangan Black Stars.

“Jika kita memiliki pemain yang bisa menguasai bola dan menciptakan peluang, maka Semenyo, Jordan Ayew, dan pemain lainnya akan mencetak gol,” katanya.

“Anda tidak akan mencetak gol jika Anda tidak menciptakan cukup banyak peluang.”

Carlos Queiroz tetap mendapat apresiasi

Walau meminta adanya penyesuaian strategi, Polo tetap memberikan pujian kepada pelatih Carlos Queiroz atas perubahan yang berhasil dibangun dalam waktu singkat.

Menurutnya, pelatih asal Portugal tersebut mampu membentuk organisasi pertahanan yang solid meski memiliki waktu persiapan yang terbatas.

“Pelatih ini benar-benar memanfaatkan pengalamannya,” kata Polo.

“Dengan bahan-bahan yang dimilikinya, dia mampu merakitnya.”

Polo optimistis Ghana memiliki kualitas pemain yang cukup untuk melangkah lebih jauh. Kini, tantangannya adalah memadukan kemampuan teknis dengan disiplin taktik saat menghadapi laga hidup-mati.

“Kita memiliki talenta di Ghana,” katanya.

“Para pemain harus menunjukkan kualitas itu sekarang karena ini adalah pertandingan sistem gugur.”

Menutup komentarnya, Polo tetap yakin Black Stars mampu mengatasi Kolombia apabila tampil disiplin sekaligus lebih berani dalam menyerang.

“Saya yakin Ghana akan menang tipis,” katanya.

Polo4d

Ketik kata kunci lalu Enter

close