Tpr7TUGpBSO6TUM6TUY5TUWlGi==

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84 Persen, Kemiskinan dan Pengangguran Turun pada Semester I 2026

ekonomi jatim tumbuh 584 persen kemiskinan dan pengangguran turun semester i 2026
Kinerja pembangunan Jawa Timur pada Semester I 2026 mencatat pertumbuhan ekonomi tinggi disertai penurunan kemiskinan dan pengangguran. (Dok. Ist)

JATIMTERKINI.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat hasil positif pada kinerja pembangunan Semester I 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi mencapai 5,84 persen, sementara angka kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka sama-sama mengalami penurunan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut capaian tersebut diraih di tengah kondisi global yang masih penuh tantangan dan ketidakpastian.

“Alhamdulillah, di tengah ketidakpastian dan dinamika global, Jatim mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi se-Pulau Jawa dan melampaui capaian nasional. Pada saat yang sama, jumlah penduduk miskin dan pengangguran juga menurun. Ini merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan kolaborasi seluruh elemen di Jatim,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Kamis.

Menurut Khofifah, pertumbuhan ekonomi yang diraih tidak hanya menunjukkan angka yang tinggi, tetapi juga mencerminkan peningkatan kualitas pembangunan karena memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Sektor produktif menjadi penopang ekonomi

Perekonomian Jawa Timur didukung sejumlah sektor utama, yakni industri pengolahan dengan kontribusi 31,27 persen, perdagangan sebesar 18,49 persen, serta pertanian yang menyumbang 10,87 persen.

Struktur ekonomi tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai penyumbang terbesar kedua terhadap perekonomian Pulau Jawa dengan kontribusi 25,40 persen. Provinsi ini juga menjadi kontributor terbesar kedua terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 14,34 persen.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur konsisten melakukan akselerasi aktivitas ekonomi masyarakat. Fondasi ekonomi kita ditopang oleh sektor-sektor produktif yang kuat, mulai dari industri, perdagangan, hingga pertanian,” katanya.

Lapangan usaha yang mencatat pertumbuhan paling tinggi berasal dari sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum dengan kenaikan 10,76 persen.

Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh naiknya tingkat hunian hotel dan penginapan selama musim liburan, meningkatnya aktivitas sektor pariwisata, serta menguatnya layanan jasa boga yang turut didorong perluasan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara itu, dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 19,80 persen. Kenaikan tersebut didorong oleh pembayaran gaji ke-13 aparatur sipil negara (ASN), meningkatnya belanja barang dan jasa, serta pelaksanaan berbagai program pelayanan publik.

Kemiskinan dan pengangguran ikut menurun

Khofifah menegaskan keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari tingginya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari dampaknya terhadap penurunan angka kemiskinan.

Pada Maret 2026, persentase penduduk miskin di Jawa Timur turun menjadi 9,06 persen dari sebelumnya 9,30 persen pada September 2025. Penurunan sebesar 0,24 poin persentase itu lebih tinggi dibandingkan capaian nasional yang turun 0,18 poin persentase.

Perbaikan juga terlihat pada kualitas kemiskinan. Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 1,286 menjadi 1,214, sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan menurun dari 0,262 menjadi 0,239.

Di sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 3,42 persen pada Mei 2026, lebih rendah dibandingkan 3,55 persen pada Februari 2026. Angka tersebut juga berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai 4,65 persen.

Jumlah pengangguran berkurang sekitar 26.730 orang menjadi 866,32 ribu orang. Pada saat yang sama, jumlah penduduk yang bekerja meningkat menjadi 24,46 juta orang atau bertambah sekitar 205,53 ribu orang.

Selain itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik menjadi 75,14 persen atau meningkat 0,36 poin persentase dibandingkan Februari 2026.

Pemprov Jatim fokus memperkuat kualitas tenaga kerja

Ke depan, Pemprov Jawa Timur akan terus memperkuat keterhubungan antara pendidikan dan pelatihan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA). Upaya percepatan penurunan kemiskinan juga akan diperkuat melalui pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Kita tidak boleh cepat berpuas diri. Tantangan ke depan masih sangat dinamis. Karena itu, kita harus terus memperkuat sinergi, menjaga kondusivitas, meningkatkan produktivitas, memperluas kesempatan kerja, serta memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat yang semakin adil dan merata,” katanya.

slot gacor

Ketik kata kunci lalu Enter

close