Tpr7TUGpBSO6TUM6TUY5TUWlGi==

Menkomdigi Ajak Kaum Muda Bangun Ruang Digital Aman dan Beretika, Waspada Hoaks hingga Kejahatan Siber

Menkomdigi Ajak Kaum Muda Bangun Ruang Digital Aman dan Beretika, Waspada Hoaks hingga Kejahatan Siber
Menkomdigi Ajak Kaum Muda Bangun Ruang Digital Aman dan Beretika, Waspada Hoaks hingga Kejahatan Siber

JATIMTERKINI.ID — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman, beretika, serta terbebas dari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga berbagai bentuk kejahatan siber.

Ajakan tersebut disampaikan Meutya dalam kegiatan Kumpul Komunitas Waspada Kejahatan Digital yang digelar di Medan, Sumatera Utara, pada Sabtu. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan anak muda sebagai garda terdepan literasi digital.

Peran generasi muda dalam ruang digital sehat

Meutya menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga ekosistem digital yang sehat. Pasalnya, sebagian besar aktivitas internet dilakukan secara pribadi di ruang-ruang privat.

Karena itu, ia berharap anak muda dapat menjadi agen perubahan di dunia maya.

"Kami mohon dibantu. Bagaimana adik-adik menjadi duta-duta untuk internet yang lebih baik, internet yang lebih sehat," katanya.

Ia menilai, peran tersebut sangat penting untuk membangun kesadaran bersama agar penggunaan internet tetap berada dalam koridor etika dan tanggung jawab.

Tantangan konten negatif di media sosial

Dalam pemaparannya, Meutya juga menyoroti kondisi ruang digital yang semakin dipenuhi oleh konten negatif seperti hujatan, kebencian, fitnah, hingga informasi yang tidak akurat.

Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari cara kerja algoritma platform digital yang cenderung mengangkat konten-konten yang memancing perhatian pengguna.

Ia mengingatkan bahwa internet memiliki dua sisi yang saling bertolak belakang.

"Internet itu seperti pisau bermata dua. Banyak manfaatnya, tetapi juga banyak dampak buruknya jika tidak digunakan dengan bijak," kata Meutya.

Selain memberikan manfaat besar bagi masyarakat, perkembangan teknologi digital juga disebut membawa sejumlah risiko, termasuk menurunnya interaksi sosial langsung di kalangan generasi muda.

Pentingnya literasi digital dan verifikasi informasi

Menkomdigi menekankan bahwa peningkatan literasi digital menjadi kunci untuk mengurangi dampak negatif penggunaan teknologi, terutama terkait penyebaran hoaks dan narasi provokatif.

Ia juga menyinggung isu yang sempat mengaitkan gangguan layanan Instagram dengan kebijakan pemerintah. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

"Tidak betul Instagram ditutup. Gangguan itu terjadi di banyak negara di dunia, termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan sejumlah negara ASEAN," ujarnya.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa proses verifikasi yang jelas.

Ancaman narkoba dan kejahatan digital

Dari sisi penegakan hukum, Penyidik Madya BNN Provinsi Sumatera Utara Kombes Pol. M. Fadris Sangun Ratu Lana mengingatkan bahwa ruang digital kini juga dimanfaatkan oleh jaringan pengedar narkotika untuk memperluas jangkauan mereka.

"Kalangan muda menjadi sasaran utama para bandar narkoba," kata dia.

Ia menjelaskan bahwa para pelaku memanfaatkan berbagai platform digital seperti media sosial, aplikasi, hingga gim daring untuk mendekati target mereka.

BNN pun menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak di dunia digital. Selain itu, masyarakat juga diajak menerapkan prinsip "Tiga Berani", yakni berani menolak narkoba, berani melapor jika mengetahui peredaran narkoba, dan berani menjalani rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan.

Kejahatan siber semakin kompleks

Sementara itu, Kasubdit Ditressiber Polda Sumatera Utara AKBP Anggi A.P. Siahaan menyoroti perkembangan teknologi yang turut mengubah pola kejahatan menjadi semakin rumit.

"Kejahatan adalah bayang-bayang peradaban. Semakin maju suatu peradaban, semakin kompleks pula kejahatan yang menyertainya," kata dia.

Ia menjelaskan bahwa meningkatnya penggunaan internet di Indonesia turut membuka peluang terjadinya kejahatan siber, mulai dari pencurian data pribadi, penipuan online, peretasan, hingga perjudian daring.

Untuk itu, kepolisian terus melakukan patroli siber guna mengawasi dan menindak konten serta aktivitas ilegal di ruang digital.

Komitmen bersama ruang digital aman

Kegiatan Kumpul Komunitas Waspada Kejahatan Digital juga ditutup dengan pembacaan Deklarasi Anti Kejahatan Digital. Deklarasi ini menjadi simbol komitmen bersama berbagai pihak untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman, sehat, dan bertanggung jawab di Indonesia.

toto

Ketik kata kunci lalu Enter

close