![]() |
| Cair bertahap, ini alur pencairan uang saku Magang Nasional 2025. (Dok. BRI) |
JATIMTERKINI.ID — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memaparkan mekanisme pencairan uang saku bagi peserta Program Magang Nasional 2025.
Proses penyaluran dilakukan secara bertahap hingga dana masuk ke rekening masing-masing peserta.
Mengacu pada laman resmi Kemnaker, total peserta Magang Nasional 2025 yang lolos seleksi sejak pembukaan batch I hingga III mencapai 102.697 orang.
Para peserta merupakan lulusan baru (fresh graduate) dari perguruan tinggi yang terdaftar di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Peserta yang dinyatakan diterima akan menjalani program magang selama enam bulan.
Selama periode tersebut, mereka berhak memperoleh uang saku dengan nilai setara Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), serta perlindungan sosial berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK).
Program ini dirancang sebagai upaya pemerintah untuk membekali lulusan perguruan tinggi dengan pengalaman kerja nyata.
Empat tahap pencairan uang saku
Melalui akun Instagram resmi @kemnaker, pemerintah menjelaskan bahwa pencairan uang saku tidak dilakukan sekaligus, melainkan melalui beberapa tahapan administratif.
“Uang saku Pemagangan Nasional cairnya memang lewat beberapa tahapan,” tulis akun tersebut.
Adapun tahapan pencairan uang saku Magang Nasional 2025 sebagai berikut:
- Rekapitulasi dan verifikasi data laporan harian peserta melalui Aplikasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Maganghub.
- Pengajuan pencairan uang saku peserta ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
- Pengiriman instruksi penyaluran dana ke bank penyalur, yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI.
- Bank penyalur mentransfer uang saku ke rekening peserta sesuai kebijakan operasional masing-masing bank.
Peserta diimbau untuk memastikan data rekening aktif dan valid agar proses penyaluran berjalan lancar.
Menaker tegaskan pengawasan program
Di sisi lain, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa pelaksanaan Program Magang Nasional 2025 terus berada dalam pengawasan ketat pemerintah.
Monitoring dan evaluasi dilakukan menyusul adanya laporan dari sejumlah peserta terkait profesionalisme perusahaan mitra.
“Terkait magang, kita selalu monev (monitoring dan evaluasi). Kami dapatkan laporan langsung, kita tindak lanjuti. Sudah ada beberapa perusahaan yang kita tegur, sudah ada beberapa perusahaan yang memang kita lihat (bermasalah/melanggar ketentuan). Ya, pastinya kita tindak lanjuti dan kita terus akan melakukan (pengawasan dan evaluasi),” kata Yassierli saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Ia juga menyampaikan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap program Magang Nasional 2025 akan dilakukan setelah program berjalan sekitar empat hingga lima bulan.
“Kami berencana, sesudah 4 bulan atau mendekati bulan ke 5, kita akan lakukan evaluasi secara komprehensif, saat ini baru evaluasi-evaluasi kualitatif, sesuai dengan peninjauan, sejalan dengan peninjauan-peninjauan yang kami lakukan saat pelaksanaan magang,” ujar Menaker.


